2
“ Aku senang mas ketemu kalih jenengan, ketemu jenengan stres ku iso ilang mas, seneng mas ketemu wong sing nyambung, nang jobo kono aku stress mas” seorang bapak2 berumur 40an tahun mengatakan hal itu kepadaku, saat mengobrol denganku. Seketika itu pula aku menghentikan niatku untuk pamitan pergi dan melajutkan pekerjaanku sebagai surveyor sore itu.
Hujan sore itu mengantarkanku pada sebuah masjid kecil yang terletak di pinggir jalan di daerah makamhaji sukoharjo. Waktu sholat dhuzur telah lewat, dan tinggal beberapa menit lagi waktu sholat ashar dimulai. “ Sudah Adzan Ashar mas?” tanya seorang Bapak yang berusia sekitar 40an tahun. “Belum Pak, masi setengah jam lagi” jawabku. Aku dan Bapak itu pun mengobrol, mulai dari hujan hingga asal tempat tinggal. Bapak itu adalah orang Jepara, yang saat ini bekerja sebagai pemasok kayu untuk beberapa daerah di Yogyakarta dan sekitarnya. Bapak itu juga sempat menceritakan beberapa orang dari Jepara, terkenal dan sukses di bidang mebel yang berada di Yogyakarta, seperti pak Asram. Di tempat pak Asram ini dulu Bapak itu pernah bekerja, dan akhirnya sekarang beliau menjadi pemasok kayu.
“Saya dari tadi pagi sudah di sini mas(daerah sukoharjo), pagi-pagi truk saya menyodok mobil dari belakang” cerita Bapak itu. Bapak itu bercerita tentang tragedi yang menimpanya pagi ini. Pagi-pagi buta Bapak itu bersama supirnya berangkat dari daerah pensuplai kayu. Sekitar pukul 4 pagi, tepatnya di sebuah lampu merah yang berada di daerah sukoharjo, truknya menyodok sebuah mobil yang sudah berhenti. Truk tuanya itu mengakibatkan rusaknya bagian belakang mobil. “Lah wong sudah kejadian mas, ya sudah, mau tidak mau ya saya harus ganti” cerita Bapak itu. “Orangnya bilang, gpp Pak, yang penting tadi bentuknya seperti apa, ya dibalikin seperti tadi” tambah Bapak itu.
Saat sebelum bertemu aku, Bapak itu telah berjalan kaki lumayan jauh. Bapak itu sedang mancari temannya yang berkediaman di daerah ini, namun tidak bertemu karena yang bersangkutan sedang mengikuti sebuah expo mebel di suatu gedung yang saya lupa namanya. Beliaupun harus berjalan menuju tempat itu, namun sebelum mencapai tempat tersebut dia mampir di sebuah masjid kecil dan bertemu dengan aku.
Adzah sholat ashar akhrinya berkumandang. Setelah wudlu aku dan bapak itu masuk untuk berjamaah sholat ashar bersama jamaan sholat ashar yang lain. Hujan tak kunjung reda ketika aku keluar dari masjid. Obrolan kami pun dimulai lagi. “ Kalo saya di Jogja saya ngak stress mas” kata Bapak itu. “ Teman saya di Jogja banyak Mas, kalo disini dikit mas” tambah Bapak itu. “ Ketemu jenengan itu ada senengnya ada susahnya mas, senengnya jenengan orang Jogja, susahnya, koq saya belum pernah ketemu jenengan” Bapak itu berkesah. Bapak itu pun menanyakan alamat saya di Jogja sambil menunjukkan KTP-nya. “Ni loh mas, saya belum nikah to” canda Bapak itu. Karena penasaran aku pun bertanya, “Koq bisa Pak?”. “Kanker payudara mas” balas Bapak itu. Aku terdiam sejenak mendengar berita itu. “Jepara ya Pak, berarti dekat Karimun jawa ya Pak?” aku mencoba mengganti topik. “Lah kapan mau kesana?” tanya Bapak itu. “Wah belum tau Pak, masi dalam rencana” jawabku. Dari kata Bapak itu sepertinya kami akan ketemu kembali.
Bapak ini ternyata sedang kesusahan, dengan kata-katanya yang sangat merendah, beliau meminta tolong kepadaku. Dengan penuh rasa hormat juga sayapun membantunya dengan senang hati. Hari itu berakhir dengan perjalananku pulang tanpa hasil (kerjaan sebagai surveyor). Tapi hari itu akupun senang, bisa membantu orang lain yang sedang membutuhkan. Dan akupun memutuskan untuk kembali ke Jogja.


i love your design. and love your post.
lucuuuuu :3
woow
designnya bagus mas!