2
Mungkin ini postigan yang gak mutu dan gak penting..,
Disini saya cuma mo cerita tentang pengalamanku yang, hmmm cukup menegangkan, tapi kalo diingat saya bakalan ingat kampus ini.
Cerita ini berawal ketika saya selesai kuliah(saya lupa waktu itu kul ap ya??), kemudian keluar dari kelas lalu menyusuri tangga untuk menuju tempat yang bernama selasar. Begitu anak tangga yang saya turuni habis, ada sepasang mata yang memandang tajam kearahku dibalik lensa berbingkai hitam. Mata itu Terus saja fokus menatap saya, dan expresi muka pemilik mata ini begitu..(serem deh pokoknya). Saya pun terheran kenapa cuma saya yang dipandang seperti itu, dan saya menduga mungkin dikira temen lamanya, atau dia pernah lihat saya disuatu tempat lainnya. Kakiku terus melangkah menuju selasar.
Tibalah diselasar dan disana saya bertemu temen(satu angkatan lebih tua dari saya) duduk di kursi bundar agak bersegi yang ada diselasar. Seperti biasa saya samperin lalu duduk disebelahnya. Hal mengejutkan terjadi, sepasang mata tadi beserta anggota tubuhnya ternyata mengikutiku, dia mengambil gambarku lewat ponselnya(haha, pertama siy saya agak geer, kenapa saya yang difoto ya??) sambil bercanda-canda dengan teman2ku saya berpindah dari satu meja bundar ke meja bundar yang lain, namun tetap saja orang itu mengikutiku dan terus mengambil gambarku. Saya pun pindah dari selasar ke ruangan HMJ, ya basa-basi dengan siapapun yg saya kenal, untuk mengecoh orang tadi. Namun tetap saja saya diikutinya, lalu sayapun pindah lagi ke ruangan persma, masih saja saya ini diikutinya.
Rasa penasaran ini muncul, ada apa dibalik ini semua?? yang jelas saya jadi tidak nyaman dengan perlakuan orang tersebut. Saya jadi pengin segera pergi dari kampus ini padahal saya masih ada kuliah di siang harinya, kebetulan pada waktu itu saya punya tugas untuk memproses ijin spanduk ke pembkab, bersama dua orang teman dari angkatan yang lebih muda sayapun keluar dari kampus dan menuju pemkab Sleman. Sebelumnya saya bertemu dengan kedua temanku tadi diselasar.
Lalu dari selasar saya berjalan menuju tempat parkiran, beberapa langkah meninggalkan selasar saya melihat orang yang tadi membuntutiku dan mengambil gambarku yang tanpa ijin (kek paparazi saja,,) sedang menunjukkan ponselnya yang dipakainya untuk memfotoku tadi kepada para satpam. Begitu terkejutnya saya dengan apa yang baru saja saya lihat. Ada urusan apa orang itu dengan para satpam?? Hal negatif kemudian muncul dipikiranku.., apakah saya sudah melakukan kesalahan dengan merusak fasilitas kampus??, seingatku saya belum pernah melakukannya, atau saya sudah melakukan kejahatan-kejahatan yang saya lakukan diluar kampus namun saya lupa perbuatan apa yang sudah saya lakuin??
Sayapun sampai di kab sleman, dan kemudian memproses ijin publikasi hingga selesai dan balik lagi kekampus..
Sorenya saya masih dikampus. Dan waktu menunjukkan sudah saatnya sholat ashar, sayapun menuju mushola kampus, setelah sholat berjamaah dengan beberapa orang, saya pun berniat pergi dari mushola namun orang yang tadi pagi membuntutiku dan membuatku tidak nyaman sudah menungguku di mushola, dia menungguku hingga saya selesai sholat, ketika saya akan keluar dari mushola, orang tadi memandangku dengan sengit.
Sayapun mencoba menyapanya, “Mari Mas”, dan saya menuju pintu untuk segera keluar.
“Tunggu mas!”, seru orang itu, saya pun terkaget.
“Ad apa Mas?”, saya membalasnya.
“Mas kenal gak dengan Saya?”tanya orang tadi.
Saya bilang “Ya Saya gak kenal Mas, tapi Saya sering lihat wajah Mas”. Saya pun berusaha keluar dari mushola, saya kira orang itu adalah anggota MLM apa yang ingin menawrkan produknya, saya pun berusaha mengelak dari orang itu, saya pun terhenti ketika orang itu bilang “Kamu apa tidak merasa salah sama Saya?” . Waduh saya salah apaan ya…
nah saya pun kebingungan, apa yang sudah saya perbuat hingga muncul tuduhan seperti itu. Saya mencoba mananyakan “Apa salah saya?” dengan jawaban yag agak berputar2, dari mulut orang itu keluar tuduhan bahwa saya sudah mengambil barang yang ada di mushola. Kemudian saya berpikir, mang apa ya yang bisa diambil di musholla.
Saya pun mencoba menanyakan barang apa yang hilang. Namun tidak ada jawaban yang pasti, apa barang yang hilang. Saya merasa, dan saya yakin saya tidak pernah mengambil barang apapun dimusholla,
“Oke deh, Mas kerumah saya saja, dan cari barangnya apa!!”dengan kesal saya bilang ke orang itu.
“Barangnya tidak ada dirumah Mas”, balas orang itu. Eloh, lha barangnya apa??? orang ini aneh, dengan tidak mengatakan apa barang yg hilang…saya juga bingung apa maksud orang ini, itu barang siapa, barangnya apa…
“Sumpah Mas, saya gak ngambil apapun di musholla ini”..saya bilang untuk menyakinkan orang itu..
“Hmm, saya gak percaya, dengan sumpah mas, kamu aj ngambil barang di musholla, di tempat yg suci, berani menodai tempat itu, apalagi cuma bilang sumpah,”kata orang itu..
Buzzet cape deh, akhirnya untuk menyakinkan orang itu saya bilang,
” Sumpah mas, jika saya emang bener ngambil barang itu, hari ini saya pulang gak bakalan selamat sampai rumah!!” orang itu agak percaya, tapi gak percaya juga, lalu saya disuruhnya bersumpah dengan memegang kitab suci Al Quran..hmmm.
Orang itu pun percaya, dan akhirnya saya bisa pulang. Sebelum pulang orang itu sempat ngomong kalo dia cuma diem aj tanpa melakukan suatu apapun dia belum puas. Dari sini saya jadi tau, kalo barang yang hilang itu barang orang ini. Tapi gak tau, apa dan seperti apa wujudnya, karena dia gak mau nyebutin. “Saya belum bisa ngasi tau sekarang Mas”, kata orang itu. Kira2 maksudnya apa ya??
Saya pun pulang, dan saya sampai rumah dengan selamat. Alhamdulillah. Apa yang barusan menimpaku langsung saya critain ke keluargsaya, mereka pun terheran-heran dan kaget plus khawatir, kalo-kalo ada maksud apapun untuk menjerumuskan saya. Saya diminta menkonsultasikan ma teman-temanku sendiri, cs mungkin mereka(teman-temanku) akan lebih dekat dengan saya saat saya berada diluar rumah dan tau masalahnya jika terjadi sesuatu pada saya.
Di Hari selanjutnya, saya mengikuti saran tadi. Beberapa orang terdekatku saya critain masalahku. Kemudian ada satu orang yg menyebutkan kalo orang yang membuntutin saya memang kehilangan suatu barang, gak perlu saya sebutin deh barangnya. Barang seperti milik orang ini memang sering hilang dikampusku. Hmmm, koq bisa saya yah,…, kemudian suatu saat saya bertemu dengannya(orang yang mengikutiku), dan dia bilang kalo dia dibantu seseorang untuk mencari siapa pencuri barang berharganya, cara yang dilakukan adalah “menerawang”, dan hasil dari terawangan itu adalah diriku…
Buzzet, Apa yang sudah menimpsaya hari itu mudah2an bisa menjadi pelajaran bagi kita semua,
Pertama, jgn melatakkan barang berharga kita disembarang tempat, khususya ketika di masjid ataupun musholla( taruhlah didepan kita)
Kedua, jangan asal nuduh bila belum ada bukti
Ketiga, komunikasi dengan orang tua plus keluarga itu penting ketika kita sedang dilanda masalah.
Keempat, perbanyaklah teman, karena dengan adanya dan semakin banyaknya teman, maka makin banyak orang yang bisa melindungi kita saat kita berada diluar rumah.
Kelima, jangan terlalu banyak liat film horor, yang banyak menampilkan takhyul, karena bisa merusak iman kita,
Beberapa hari kemudian tersiar kabar dari tmn saya bahwa yang bersangkutan kehilangan laptop, dan laptop itu adalah laptop milik temannya..


Hooh, mas! ceritanya thrilling banget! males banged dah kalo kita dituduh yang nggak-nggak…
Hu’uh … critane serem tenan …
Ya Allah … Ya Rabb … cukup mas jo yang kena kayak gitu … jangan nular ke aku … hihihi